Di banyak perusahaan manufaktur, lini produksi dapat berjalan dengan sangat baik. Mesin beroperasi sesuai jadwal, target produksi tercapai, dan tim di lapangan bekerja mengikuti standar operasional yang telah ditetapkan.
Namun, tantangan sering muncul ketika hasil produksi harus diterjemahkan menjadi informasi bisnis yang dapat digunakan oleh manajemen.
Data jumlah barang yang diproduksi, penggunaan bahan baku, biaya produksi, hingga nilai persediaan sering berasal dari sumber yang berbeda.
Akibatnya, tim operasional dan tim keuangan membutuhkan waktu tambahan untuk memastikan seluruh angka yang digunakan benar-benar sesuai.
Kondisi seperti ini tidak selalu terlihat dari luar, tetapi dapat memengaruhi kecepatan perusahaan dalam mengambil keputusan.
Ketika Produksi Berjalan Lebih Cepat daripada Informasi
Bayangkan sebuah perusahaan manufaktur komponen otomotif yang memproduksi ribuan unit setiap hari.
Setiap kali produksi selesai, supervisor mencatat hasilnya pada sistem produksi. Di sisi lain, bagian gudang memperbarui stok bahan baku dan barang jadi menggunakan aplikasi yang berbeda.
Sementara itu, tim keuangan baru dapat menghitung nilai persediaan, biaya produksi, dan harga pokok penjualan setelah menerima laporan dari beberapa departemen.
Akibatnya, informasi yang dibutuhkan manajemen baru tersedia beberapa hari setelah aktivitas produksi selesai.
Padahal, keputusan mengenai pembelian bahan baku, kapasitas produksi, maupun distribusi sering kali harus dilakukan pada hari yang sama.
Tantangan yang Sering Terjadi di Lapangan
Melalui berbagai proyek transformasi digital di sektor manufaktur, terdapat beberapa tantangan yang umum ditemukan.
Baca Juga : Masih Input Data Berkali-kali? Biaya Operasional Perusahaan Bisa Jauh Lebih Besar dari yang Anda Bayangkan
Informasi Produksi Terlambat Diterima oleh Keuangan
Data hasil produksi harus direkap terlebih dahulu sebelum dapat digunakan dalam proses pencatatan akuntansi.
Perhitungan Persediaan Membutuhkan Verifikasi Berulang
Perbedaan data antara gudang dan produksi membuat proses rekonsiliasi memerlukan waktu lebih lama.
Monitoring Biaya Produksi Tidak Dilakukan Secara Cepat
Perubahan penggunaan bahan baku atau peningkatan biaya operasional baru diketahui setelah laporan selesai disusun.
Manajemen Sulit Mendapatkan Gambaran Operasional Secara Menyeluruh
Setiap divisi memiliki laporan masing-masing, tetapi belum tersedia satu tampilan yang menyajikan kondisi perusahaan secara utuh.
Simulasi Perubahan Setelah Sistem Terhubung
Sebagai ilustrasi, perusahaan kemudian memutuskan untuk menghubungkan sistem produksi dengan sistem bisnis lainnya.
Setelah proses produksi selesai, jumlah barang yang dihasilkan langsung diperbarui pada data persediaan.
Penggunaan material secara otomatis menjadi bagian dari perhitungan biaya produksi.
Tim keuangan dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan tanpa menunggu laporan manual dari setiap departemen.
Dashboard manajemen juga menampilkan perkembangan produksi, utilisasi bahan baku, nilai persediaan, hingga estimasi biaya secara lebih cepat.
Perubahan ini tidak mengubah cara operator bekerja di lapangan, tetapi mengubah cara informasi mengalir di dalam perusahaan.
Dampak yang Dirasakan oleh Perusahaan
Ketika informasi bergerak lebih cepat daripada sebelumnya, manfaat yang diperoleh tidak hanya dirasakan oleh satu divisi.
Produksi Lebih Mudah Dipantau
Pencapaian target dapat dibandingkan dengan rencana produksi tanpa menunggu proses rekapitulasi.
Keuangan Mendapatkan Informasi Lebih Cepat
Perhitungan biaya dan nilai persediaan dapat dilakukan menggunakan data yang terus diperbarui.
Pengadaan Menjadi Lebih Tepat
Perubahan penggunaan material dapat segera menjadi dasar dalam proses pembelian berikutnya.
Manajemen Memiliki Dasar Keputusan yang Lebih Kuat
Seluruh indikator operasional dapat dipantau melalui informasi yang berasal dari proses bisnis yang sama.
Integrasi Mendukung Efisiensi Tanpa Mengubah Seluruh Operasional
Banyak perusahaan mengira peningkatan efisiensi harus diawali dengan mengganti seluruh sistem yang sudah berjalan.
Dalam praktiknya, pendekatan tersebut tidak selalu diperlukan.
Yang lebih penting adalah memastikan setiap bagian dalam perusahaan mampu berbagi informasi secara konsisten sehingga aktivitas produksi, pengelolaan persediaan, hingga proses keuangan berjalan dalam satu alur yang saling mendukung.
Dengan cara ini, perusahaan dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan tanpa mengganggu operasional yang telah berjalan baik.
Sinergi Tuntas Solusi Mendampingi Transformasi Digital Industri Manufaktur
Setiap perusahaan manufaktur memiliki karakteristik proses produksi yang berbeda. Oleh karena itu, strategi digitalisasi harus disusun berdasarkan kebutuhan operasional, bukan menggunakan pendekatan yang seragam.
Sinergi Tuntas Solusi membantu perusahaan membangun integrasi proses bisnis mulai dari area produksi hingga level manajemen melalui layanan Enterprise System Integration, ERP Integration, Manufacturing Digitalization, Business Intelligence, Dashboard Analytics, Industrial IoT, Big Data Analytics, dan Custom Enterprise Application.
Pendekatan ini membantu perusahaan memperoleh visibilitas operasional yang lebih baik, mempercepat aliran informasi, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat.
Setiap Lini Produksi Menghasilkan Data. Apakah Data Tersebut Sudah Menjadi Dasar Pengambilan Keputusan?
Banyak perusahaan telah berhasil meningkatkan kapasitas produksi, tetapi masih membutuhkan waktu lama untuk mengubah data operasional menjadi informasi yang dapat digunakan oleh manajemen.
Apabila perusahaan Anda ingin menyatukan proses produksi, persediaan, hingga keuangan dalam alur kerja yang lebih efisien, langkah pertama adalah memahami bagaimana setiap sistem saling mendukung.
Sinergi Tuntas Solusi siap berdiskusi mengenai kebutuhan operasional perusahaan Anda dan membantu menyusun strategi integrasi yang sesuai dengan karakteristik industri manufaktur.
Jadwalkan sesi konsultasi untuk mengeksplorasi peluang peningkatan efisiensi di lingkungan produksi Anda.
Kantor: Menara Batavia Lt. 12A
Jl. K.H. Mas Mansyur Kav. 126
Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta
